Plugin WordPress

Pengertian, Jenis-Jenis & Fungsi Plugin WordPress

Jika anda pernah membuat blog di wordpress.com (hosted) dengan paket gratis dan kemudian membuat lagi blog / situs web dengan wordpress yang dihost sendiri, tentu merasakan banyak perbedaan. Salah satu yang jelas terlihat yaitu adanya dukungan untuk memasang plugin pada WordPress self hosted. Sebenarnya pada wordpress.com juga bisa memasang plugin, tetapi harus memilih paket yang berbayar atau mengupgrade dulu.

Bagi anda yang masih pemula mungkin sempat terlintas pertanyaan tentang apa itu plugin? Hari ini kami akan membahas tentang pengertian plugin, jenis-jenis plugin yang ada pada WordPress dan juga termasuk fungsinya. Sebelumnya kami ingatkan, jika ilmu tentang WordPress yang kami tulis bermanfaat, jangan segan untuk membagikan dengan pertemanan dan jaringan anda di sosial media. Kemudian daftarkan email anda untuk selalu terupdate dengan artikel terbaru kami melalui form berlanggan di bawah.

  1. Plugin Adalah
  2. Plugin Pada WordPress
  3. Jenis-Jenis Plugin & Fungsinya
    1. Plugin SEO
    2. Plugin Pagespeed (Kecepatan Loading)
    3. Plugin Security (Keamanan)
    4. Plugin Anti Spam
    5. Plugin Sosial Media
    6. Plugin Backup Data
  4. Kesimpulan

Baiklah kembali ke topik, kita mulai materi pembahasan ini dengan mengulas perngertian tentang plugin.

Plugin Adalah

Jika anda bertanya apa itu plugin? Plugin adalah software berbasis kode yang ditambahkan atau diintegrasikan pada aplikasi atau program tertentu. Dimana tujuan pemasangan plugin adalah untuk mendukung fitur lain agar aplikasi / software tersebut dapat menjalankan fungsi tambahan.

Sebagai contoh, pada aplikasi browser seperti google chrome dan mozilla firefox, mungkin anda mengenal pengaya (ekstensi) dan addon. Sebenarnya itu semua adalah istilah lain dari plugin, pengertian dan kegunaannya pun tidaklah berbeda. Contoh lain pemasangan plugin umum adalah flash player yang memungkinkan sebuah peramban untuk mengeksekusi dan memutar file flash video.

Pada dasarnya sebuah plugin memang dibuat dengan format untuk ditambahkan pada program tertentu saja. Contohnya extension untuk chrome tidak bisa dipasang untuk firefox, begitupun sebaliknya, add on firefox tidak bisa dipasang untuk chrome.

Plugin Pada WordPress

Beberapa CMS memiliki dukungan fitur tambahan yang dapat diinstall dan diuninstall dengan bebas. Seperti pada Drupal fitur ini disebut modul, sedangkan pada WordPress disebut plugin.

Plugin di CMS seperti WordPress dibuat untuk memudahkan pengguna yang tidak mahir koding agar bisa memodifikasi dan mengelola WordPressnya dengan mudah. Kemudahan ini termasuk salah satu kelebihan wordpress yang wajib dipertimbangkan oleh pemula dalam memilih CMS.

Ada banyak sekali plugin yang didesain untuk menambahkan fitur-fitur baru yang belum ada pada fungsi bawaan WordPress. Sampai saat ini ada sekitar 55.158 plugin. Itu yang terdaftar di wordpress.org, belum lagi plugin custom yang dibuat sendiri oleh para pengembang situs berbasis WordPress.

Perlu diketahui, walaupun anda bebas untuk memasang plugin, tapi anda disarankan untuk bisa memilih seperlunya saja. Jangan terlalu banyak menggunakan plugin karena berpengaruh pada database dan keamanan WordPress anda sendiri.

Ada beberapa plugin yang dalam penggunaannya memakan banyak resource seperti memori atau RAM. Tentu saja hal ini berpengaruh buruk terhadap server hostingnya. Apa lagi jika layanan yang anda pakai adalah shared hosting. Banyaknya sumber daya terpakai bisa mengakibatkan website anda ditangguhkan (disuspend) oleh penyedia hosting sehingga tidak dapat diakses untuk beberapa saat.

Bukan hanya itu alasan mengapa anda harus bisa memilih plugin yang diperlukan. Beberapa plugin yang memiliki kegunaan sama (walaupun dengan kompleksitas yang berbeda), bisa menyebabkan terjadinya crash jika dipasang bersamaan. Dampak yang ringan mungkin salah satu plugin tersebut gagal berfungsi karena tidak bisa menambahkan kode pada .htaccess secara otomatis. Tapi efek terburuknya dapat mengakibatkan situs tidak bisa dibuka dan muncul peringatan kode 500 internal error.

Untuk seorang pemula pasti akan panik jika menemui hal semacam itu. Dan susahnya mengatasi trouble seperti ini, dikarenakan tidak bisa langsunng mengetahui apa penyebabnya. Tips jika mengalami pesan-pesan error demikian, yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan menonaktifkan plugin-plugin yang sedang digunakan. Tapi jika tidak memungkinkan (dikarenakan dasbor tidak bisa diakses) bisa memperbaiki melalui trik-trik perbaikan tingkat lanjut. Untuk cara-caranya akan kami paparkan di kesempatan yang lain.

Jenis-Jenis Plugin & Fungsinya

Berikut ini kami sudah merangkum beberapa kategori plugin WordPress yang penting untuk digunakan beserta fungsinya. Dari jenis-jenis yang ada bisa anda pilih mana yang terbaik. Cara untuk memilihnya adalah berdasar rating ataupun melihat seberapa banyak plugin tersebut diinstall oleh para pengguna WordPress. Carilah referensi tentang plugin terbaik melalui rekomendasi artikel-artikel yang bisa anda temukan di google.

Plugin SEO

Ini merupakan plugin yang wajib bagi blogger pemula, bahkan pengguna WordPress yang sudah berpengalaman pun ada juga yang masih bergantung pada plugin SEO.

Fungsi plugin SEO: Mengoptimalkan situs WordPress untuk mendapat nilai baik sehingga sering muncul di SERP (search engine result page) atau halaman hasil pencarian google, bing, yandex, dan sebagainya. Konten yang bermanfaat dan didukung manajemen SEO yang baik akan membuat website anda mampu bersaing dengan kompetitornya untuk menduduki halaman depan mesin pencari.

Contoh yang populer: Yoast SEO, All In One Seo Pack

Plugin Pagespeed (Kecepatan Loading)

Kecepatan suatu halaman dimuat juga mendukung SEO. Namun tujuan utamanya adalah membuat pengunjung anda nyaman. Website dengan waktu loading yang lama bisa mengakibatkan pengalaman pengguna yang buruk dan menaikkan bounce rate (rasio pantulan).

Fungsi plugin pagespeed: Mempercepat waktu pemuatan situs WordPress dengan berbagai macam fitur yang dimiliki. Plugin jenis ini juga terbagi lagi menjadi beberapa macam, tapi anda bisa memilih yang kompleks. Yaitu yang memiliki fungsi untuk mengaktifkan caching, minify (kompresi), dan bisa diintegrasikan dengan CDN.

Contoh yang populer: W3 Total Cache, WP Super Cache

Plugin Security (Keamanan)

Sebagai CMS yang dikembangkan secara open source, tidak bisa dipungkiri bahwa WordPress menjadi salah satu incaran peretas (hacker, cracker, defacer, attacker) atau apapun istilahnya. Namun demikian hal ini bisa diantisipasi dengan memperhatikan update pada WordPress core, theme dan plugin yang dipakai.

Fungsi plugin security: Mengoptimalkan keamanan WordPress dan mengantisipasi kemungkinan adanya celah-celah keamanan yang dapat ditembus dan menjadi jalan masuk bagi penyerang. Serangan-serangan yang mungkin terjadi bisa berdampak pada data pengguna, file-file aset, hingga performa server.

Contoh yang populer: Wordfence Security, All-In-One WP Security & Firewall

Plugin Anti Spam

Mungkin komentar masuk merupakan sesuatu yang positif dan menandakan pengunjung bisa berinteraksi secara langsung dengan suatu blog. Hal ini juga mendapat nilai plus dalam SEO, karena postingan dengan banyak interaksi dinilai sebagai konten berkualitas.

Tapi terkadang adanya spam atau spam bot menjadi sesuatu yang menjangkelkan juga. Karena komentar spam dapat membuat pengunjung lain tidak nyaman, selain itu kredibilitas blog menjadi turun karena komentar spam tidak relevan dengan artikel yang sedang dibahas.

Fungsi plugin anti spam: Mencegah spam bot dan mengatur kualitas komentar yang diterima sebelum berhasil dikirim oleh pengunjung. Cara yang bisa diatur untuk menentukan kualitas komentar biasanya dari jumlah kata atau karakter minimal dan maksimal yang bisa diterima. Selain itu juga mengatur adanya link yang diperbolehkan atau dilarang untuk dimasukkan dalam isi komentar, serta memblokir kata-kata tertentu.

Contoh yang populer: Akismet, Antispam Bee

Plugin Sosial Media

Lalu lintas yang didapat dari sosial media bisa jadi lebih tinggi daripada mesin pencari. Lebih-lebih jika anda memang aktif menjalin pertemanan di jejaring sosial. Karena itu membagikan konten anda menjadi salah satu usaha meningkatkan trafik dan popularitas situs WordPress yang anda kelola.

Fungsi plugin sosial media: Memudahkan anda berbagi link konten secara otomatis maupun manual ke jejaring sosial. Pengunjung yang merasa konten anda menarik dan bermanfaat pasti tidak keberatan untuk berbagi dengan teman-teman mereka. Adanya plugin ini juga membuat pengunjung anda semakin gampang dalam menyebarkan artikel anda ke sosmed mereka.

Contoh yang populer: Shared Counts, Sassy Social Share

Plugin Backup Data

Dalam mengelola situs dengan WordPress, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kesalahan yang mengakibatkan hilangnya data atau terhapus. Entah itu karena kelalaian (human error) ataupun karena trouble yang mungkin bisa juga terjadi pada plugin anda.

Fungsi plugin backup data: Mengantisipasi terjadinya kehilangan data karena terhapus. Plugin ini membuat salinan database yang bisa digunakan untuk memulihkan atau rollback ke waktu sebelum data tersebut hilang. Selain itu plugin backup data juga bermanfaat ketika anda ingin migrasi (pindah hosting) ataupun melakukan upgrade yang mungkin membutuhkan proses pemindahan data.

Kesimpulan

Menurut kami plugin untuk SEO, Pagespeed, dan Security adalah yang paling penting untuk digunakan. Terutama bagi anda yang masih baru belajar WordPress, sedangkan jenis yang lain sifatnya pelengkap dan penggunaannya menyesuaikan kebutuhan. Sebenarnya dari beberapa yang kami kemukakan di atas masih bisa diklasifikasikan lagi secara spesifik. Jadi apa yang sudah kami jabarkan tadi merupakan garis besar saja.

Untuk tambahan jenis-jenis plugin lainnya mungkin akan kami bahas lagi lain kali. Karena masih banyak jenis plugin yang belum kami sebutkan, seperti Plugin Toko Online, Plugin Komunitas (Forum), dan lain-lain. Sampai disini mungkin ada yang perlu ditambahkan atau ada pertanyaan dari anda, jangan ragu untuk berdiskusi pada kolom komentar di bawah.


12 Tanggapan

  1. Saya ngeblognya masih pemula ni.. Pakainya Blogspt gratisan saja. Setelah membaca artikel tentang WP ini,kok jadi pengen ya punya blog dengan templateWP

    • Blogspot juga punya kelebihan kok, walaupun tidak sefleksibel WordPress. Yang penting bloggingnya tetap semangat dan konsisten. Tapi untuk memenuhi rasa pengen saja boleh lah mencoba membuat blog WordPress dengan domain dan hosting gratisan dulu, sekedar untuk belajar.

  2. mau mampir kesini disuruh nunggu link aman dulu 🙂 emang knp sob?
    dulu pertama ngeblog saya coba pelajari WordPress eh ternyata… mumeeet…
    lebih praktis di blogger menurut saya.

    • Untuk aktifitas blogging memang blogger terkesan lebih mudah dan praktis. Tapi sebenarnya WordPress juga sangat mudah, tidak harus mempelajari koding juga kok, mungkin untuk beralih platform memang kadang butuh waktu untuk adaptasi saja.

  3. Yups good idea..yang WP mau saya khususkan yang untuk blog pembelajaran saja

  4. Sama juga saya….,.saya ngeblognya masih cubi-cubi,,..Mas bro…ok nanti lain kali di coba di WP

  5. WP terkenal lebih lengkap kalau dibandingkan dengan Platform Blogger, sebab di dukung oleh Plugin2.

    • Benar sekali (untuk wordpress hosted yang berbayar dan wordpress self hosted), sangat fleksibel dan fiturnya dapat ditambahkan / disesuaikan dengan berbagai kebutuhan.

  6. wah telat..

    kalo kemaren saya pake wp self hosting
    suka cari2 plugin2 gratisan

    tapi karena wp saya sekarang udah almarhum..
    pindah ke blogger (lagi)
    semoga tidak almarhum lagi

    biarpun yang namanya kematian adalah pasti adanya

    #apadah

  7. Ternyata banyak juga ya jenis plugin di wordpress. Wajar jika bagi Blogger master lebih memilih menggunakan wordpress karena lebih lengkap fitur-fiturnya.

Tinggalkan Jejak

2 + 8 =
Data yang dikirimkan melalui formulir komentar ini dilindungi Kebijakan Privasi dan diatur Ketentuan Layanan kami.